
Masjid Al-Aqsa bukan hanya sekadar bangunan suci, tetapi juga simbol spiritual dan sejarah yang sangat penting bagi umat Islam.
Terletak di jantung Kota Tua Yerusalem, masjid ini menjadi saksi perjalanan panjang peradaban, tempat peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekaligus kiblat pertama sebelum Ka’bah.
Di balik kemegahannya, Al-Aqsa juga menyimpan kisah perjuangan, perebutan, dan harapan jutaan umat Muslim di seluruh dunia.

Masjid Al-Aqsa berada dalam kompleks yang dikenal sebagai Al-Haram al-Sharif (“Tanah Suci yang Mulia”) di Kota Tua Yerusalem.
Bangunan utama yang sekarang disebut Masjid Al-Aqsa (atau Al-Qibli Mosque) dibangun pada masa Dinasti Umayyah oleh khalifah Abd al-Malik atau penerusnya al-Walid I sekitar abad ke-7 hingga awal abad ke-8 Masehi.
Sebelumnya, telah berdiri struktur yang lebih sederhana dan beberapa renovasi dan kerusakan akibat gempa dan konflik pernah terjadi sepanjang sejarahnya.
Untuk umat Islam, Masjid Al-Aqsa Palestina juga memiliki akar sejarah jauh lebih tua karena dalam literatur Islam dipercayai bahwa Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, dan Nabi Yaqub juga pernah terkait dengan wilayah ini dan bangunan suci di sana.
Beberapa riwayat menyebut bahwa Ibrahim AS membangun sebuah tempat ibadah di tanah yang kelak menjadi lokasi Al-Aqsa, yang kemudian diperbaiki oleh Nabi Sulaiman.
Masjid Al-Aqsa sangat penting bagi umat Islam karena beberapa alasan:
Baca juga: Inspirasi Outfit Olahraga Hijab Modis, Nyaman, dan Syar’i
Berikut merupakan beberapa fakta seputar masjid al aqsa:

Nama Aqsa Series lahir dari inspirasi Masjid Al-Aqsa, masjid penuh sejarah dan doa yang menjadi kiblat pertama umat Islam.
Aisyah Scarves ingin menghadirkan makna itu dalam setiap helai kain: kekuatan, kesabaran, dan harapan.
Saat Sahabat Aisyah mengenakan Aqsa Series, bukan hanya keanggunan yang terpancar, tetapi juga semangat untuk tetap teguh dan percaya diri di tengah perjalanan hidup, sebagaimana teguhnya Al Aqsa berdiri sepanjang zaman.
Temukan produk yang cocok dengan gaya dan pilihan Sahabat Aisyah hanya di katalog produk Aisyah Scarves dan hubungi WhatsApp Aisyah Scarves untuk informasi lebih lanjut.
Bangunan awal Al Aqsa dalam bentuk yang sederhana mungkin dibangun oleh khalifah Umar bin Khattab dari Dinasti Rashidun, namun struktur yang sekarang sering dikaitkan dengan khalifah Umayyah, khususnya Abd al-Malik dan al-Walid I
Pembangunan utama masjid seperti yang dikenal sekarang dimulai pada abad ke-7 Masehi pada masa Umayyah, meskipun lokasi telah menjadi tempat suci sejak zaman lebih awal. Struktur telah mengalami renovasi dan rekonstruksi beberapa kali karena gempa dan konflik.
Masjid Al Aqsa Palestina diperebutkan karena simbol moral, religius, dan strategis: menjadi kiblat pertama, tempat Isra’ Mi’raj, pusat peribadatan, sekaligus lokasi yang secara historis dan arkeologis penting bagi banyak pihak. Keberadaannya sebagai tempat suci bagi Islam, Yahudi, dan Kristen menambah kompleksitas isu kepemilikan dan kontrol.
Klaim atas Al Aqsa dan lebih luasnya wilayah Haram al-Sharif / Temple Mount berkaitan dengan kepentingan religius, politik, dan identitas nasional.
Bagi beberapa kelompok Zionis, situs tersebut dianggap juga penting dalam tradisi Yahudi sebagai lokasi Bait Suci Kuno. Persaingan atas status kontrol, akses, dan penggunaan tempat suci ini menjadi salah satu sumber konflik di wilayah tersebut.
Keinginan untuk mengubah status quo di Masjid Al Aqsa muncul dari beberapa kelompok yang melihat tempat tersebut sebagai bagian dari warisan Yahudi yang telah lama hilang (seperti Bait Suci).
Ada laporan bahwa beberapa pihak ingin memperluas akses atau membangun fasilitas lain di sekitar situs tersebut, serta penggunaan simbol-simbol religius untuk menegaskan klaim kepemilikan atas wilayah tersebut.