Kisah Wali: Mengharumkan Nama Allah dengan Cara Sederhana
23 Des 2025

Di setiap zaman, selalu ada hamba-hamba pilihan yang hatinya diterangi dengan cahaya Ilahi. Adalah mereka yang disebut dengan nama wali Allah. Langkah mereka lembut, namun meninggalkan jejak kebajikan yang abadi.

Dalam kesunyian ibadah dan ketulusan amal, mereka mengajarkan arti mencintai Allah tanpa syarat, serta menebar kasih kepada sesama tanpa pamrih.

Kisah para wali bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin bagi Sahabat Aisyah untuk belajar tentang keikhlasan, kesabaran, dan ketenangan jiwa di tengah hiruk-pikuk dunia.

Cerita di bawah ini diambil dari buku yang ditulis oleh Ust. Novel bin Muhammad Al-Aydarus:

Kisah Wali: Mengharumkan Nama Allâh

Bisyr bin Harits Al-Hafi, sebelum bertobat merupakan seorang pengembara yang berperangai buruk. Pada suatu hari dalam pengembaraannya, ia menemukan secarik kertas bertuliskan basmalah tergeletak di tanah dan diinjak-injak oleh orang-orang yang berlalu lalang di jalan tersebut. Bisyr segera memungut, membersihkan dan memasukkan kertas itu ke dalam kantong bajunya.

Setelah itu, dengan sisa uang yang dimilikinya, Bisyr pergi ke toko parfum dan membeli satu botol wewangian seharga dua dirham.

Setelah mengharumkan kertas tersebut, Bisyr meletakkannya di tempat yang mulia. Malam harinya Bisyr bermimpi mendengar sebuah suara yang berkata:

"Duhai Bisyr, engkau telah mengharumkan nama Allâh, maka Allah akan mengharumkan namamu di dunia dan akhirat."

Keesokan harinya Bisyr bertobat dan akhirnya menjadi salah seorang wali Allah yang keharuman namanya tidak pernah pudar.

Hikmah Di Balik Kisah

Tidak sedikit umat Islam yang kurang memperhatikan kehormatan nama Allah. Begitu banyak orang yang menjadikan kertas-kertas bertuliskan ayat-ayat Al-Quran sebagai pembungkus makanan atau sayuran yang mereka jual.

Pembeli yang menemukan kertas bertuliskan nama Allâh, ayat-ayat Al-Quran pun membiarkannya begitu saja dan tidak memuliakannya. Ini menunjukkan bahwa iman dan cinta mereka kepada Allah masih sangat tipis.

Bisyr bin Hârits Al-Hafi kendati saat itu berperangai buruk, ia mengerti akan kebesaran Allah dan memiliki hati yang mengagungkan Allah. Ia tidak rela melihat nama Allah diinjak-injak.

Sikap Bisyr bin Harits Al-Hafi yang demikian ini membuahkan hasil yang luar biasa. Allah memberinya hidayah dan menjadikannya sebagai salah seorang waliNya. Oleh karena itu, mari kita agungkan Allah dari lubuk hati yang paling dalam, sehingga Allah pun memuliakan kita.

Dalam sebuah pepatah disebutkan:

الْمَدَدُ فِي الْمَشْهَدِ

Karunia akan diperoleh sesuai cara pandang seseorang.

 :