
Meneladani Kebiasaan Rasulullah yang Penuh Hikmah
Jika merasa kesehariannya tidak produkif, sangat dianjurkan bagi Sahabat Aisyah untuk meneladani Kebiasaan Nabi Muhammad SAW, mulai dari bangun tidur hingga tertidur.
Tidak dapat dipungkiri, Rasulullah serta tokoh Islam perempuan telah menjelajah alam semesta, yang benar-benar mengetahui jalan-jalan kebahagiaan. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan petunjuk yang diberikan Allah SWT ini dengan sebaik-baiknya.
Kebiasaan Nabi Muhammad SAW Menurut Waktunya
Setiap detik kehidupan Rasulullah ﷺ adalah teladan bagi umatnya. Beliau tidak hanya menunjukkan bagaimana beribadah kepada Allah, tetapi juga bagaimana menata keseharian dengan seimbang antara ibadah, keluarga, dan pelayanan kepada sesama. Berikut adalah gambaran aktivitas harian Rasulullah ﷺ yang sarat dengan nilai spiritual, kedisiplinan, dan kasih sayang.
1. Aktivitas Pagi Hari
Pagi Rasulullah ﷺ selalu dimulai dengan kesadaran dan kebersihan diri. Begitu terbangun, beliau bersiwak untuk membersihkan mulut dan memulai hari dengan kesegaran. Setelah itu, beliau berwudhu atau mandi, mempersiapkan diri untuk beribadah.
Rasulullah kemudian melaksanakan shalat sunah fajar, sebuah amalan ringan namun penuh keutamaan, sebelum berjalan menuju masjid untuk shalat Subuh berjamaah.
Usai shalat Subuh, Rasulullah tidak langsung meninggalkan masjid. Beliau berdzikir, berdoa, dan duduk bersama para sahabat hingga matahari mulai terbit. Waktu pagi ini diisi dengan tausiyah singkat, nasihat, atau obrolan ringan yang menambah kedekatan antara Rasulullah dan para sahabatnya.
2. Aktivitas Dhuha
Memasuki waktu dhuha, Rasulullah ﷺ shalat dhuha di rumah, kemudian berinteraksi dengan keluarganya. Beliau mengajarkan istri-istrinya tentang agama, bercanda dengan penuh kasih, dan bahkan membantu pekerjaan rumah tangga, seperti menjahit pakaian atau memerah susu.
Rasulullah juga dikenal memiliki waktu khusus untuk menerima tamu dan memberikan nasihat kepada para wanita, termasuk istri-istri sahabat yang datang untuk berkonsultasi.
Selain itu, beliau sering mengunjungi masjid untuk memimpin majelis ilmu dhuha. Dalam majelis ini, Rasulullah mengajarkan Al-Qur’an, hukum-hukum Islam, dan nilai-nilai kehidupan. Beliau selalu mengajarkan dengan penuh kelembutan, santun, dan kasih sayang, sehingga setiap orang merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar.
Setelah majelis berakhir, Rasulullah kerap berkeliling kota Madinah. Beliau mengunjungi keluarga, menjenguk orang sakit, menghibur yang bersedih, dan bersilaturahmi dengan sahabat-sahabatnya. Aktivitas ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah terhadap kesejahteraan umatnya.
Baca juga: Mindfulness Adalah: Arti, Manfaat, dan Teknik Penerapannya
3. Aktivitas Siang Hari
Menjelang tengah hari, Rasulullah ﷺ beristirahat sejenak (qailulah). Tidur siang ini bukan hanya untuk memulihkan tenaga, tetapi juga sebagai persiapan agar beliau kuat beribadah di malam hari.
Setelah bangun, beliau melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di masjid. Usai shalat, Rasulullah terkadang berdialog dengan para sahabat atau meluangkan waktu untuk keperluan keluarga dan urusan umat.
4. Aktivitas Sore Hari
Setelah menunaikan shalat Ashar, Rasulullah ﷺ sering berbincang santai dengan para sahabat. Percakapan sore ini menjadi waktu penuh kehangatan dan hikmah, tempat beliau mendengarkan cerita para sahabat, memberikan nasihat, atau sekadar mempererat ukhuwah Islamiyah.
Sore juga menjadi momen bagi beliau untuk kembali mengunjungi masyarakat, memastikan tidak ada umat yang terabaikan atau kesulitan tanpa perhatian.
5. Aktivitas Malam Hari
Menjelang malam, Rasulullah ﷺ shalat Maghrib di awal waktu, kemudian menunaikan shalat sunah ba’diyah dan makan malam bersama keluarga. Setelah itu, beliau melanjutkan dengan shalat Isya, dan biasanya beristirahat lebih awal untuk menjaga kesehatan.
Menjelang tidur, Rasulullah selalu bersiwak kembali, berdoa, dan berdzikir hingga terlelap. Di penghujung malam, beliau bangun untuk shalat Tahajjud, bermunajat kepada Allah dalam keheningan. Saat itulah, doa-doa Rasulullah penuh kasih untuk umatnya, memohonkan ampunan dan rahmat bagi seluruh manusia.
Kebiasaan Rasulullah ﷺ dalam Kehidupan Sehari-hari
Kehidupan Rasulullah ﷺ bukan hanya diwarnai oleh ibadah dan dakwah, tetapi juga oleh keseharian yang penuh hikmah, kedisiplinan, dan kasih sayang. Setiap kebiasaan beliau, mulai dari bangun tidur hingga menjelang malam, sarat dengan nilai-nilai spiritual dan teladan bagi umat Islam. Inilah rutinitas harian Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan dari berbagai sumber terpercaya.
1. Membaca Doa Saat Bangun Tidur
Nabi Muhammad ﷺ biasanya bangun sekitar pukul 02.00 dini hari, setelah tidur selama 3–4 jam. Begitu membuka mata, beliau mengusap wajah dengan tangan dan mengucapkan doa:
“Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur”
(Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan kembali).
Doa ini menunjukkan kesadaran Rasulullah akan nikmat hidup dan rasa syukur kepada Allah setiap kali terbangun dari tidur.
2. Menuju Kamar Mandi dan Menjaga Kebersihan
Setelah bangun, Rasulullah ﷺ menuju kamar mandi sambil membaca doa masuk. Beliau mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian melakukan buang hajat dengan adab yang benar: tidak menghadap atau membelakangi kiblat, berjongkok, menggunakan tangan kiri saat membersihkan diri (istinja), dan tidak berbicara atau membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah.
Hal ini menunjukkan betapa Rasulullah menjaga kesucian diri dan kesopanan, bahkan dalam hal yang tampak sederhana seperti buang air.
3. Bersiwak: Menjaga Kebersihan Mulut
Rasulullah ﷺ sangat gemar bersiwak, yakni membersihkan gigi menggunakan kayu arak. Kebiasaan ini beliau lakukan setiap kali bangun tidur, sebelum shalat, dan sebelum berbicara dengan orang lain.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar:
“Beliau tidaklah tidur kecuali siwak ada di sisi kepalanya. Ketika bangun, beliau bersiwak terlebih dahulu.” (HR. Muslim)
Bersiwak bukan hanya kebersihan fisik, tetapi juga bentuk ibadah karena mengikuti sunnah Nabi.
4. Berwudhu dan Berpakaian dengan Adab
Setelah bersiwak dan keluar dari kamar mandi, Rasulullah ﷺ berwudhu dengan sempurna, lalu mengenakan pakaian yang bersih dan menutup aurat.
Beliau selalu memulai dari sisi kanan, mengucapkan bismillah, dan memilih pakaian sederhana namun rapi. Rasulullah tidak pernah berpakaian menyerupai lawan jenis atau kaum kafir, dan sering mengenakan minyak wangi karena beliau menyukai aroma yang harum.
5. Qiyamul Lail: Menghidupkan Malam dengan Ibadah
Setelah mempersiapkan diri, Rasulullah ﷺ melaksanakan Qiyamul Lail, yaitu ibadah malam berupa shalat dan dzikir. Jika beliau tidur terlebih dahulu sebelum shalat malam, maka disebut Tahajjud.
Malam-malam beliau diisi dengan munajat dan doa, memohon ampunan untuk umatnya dan menguatkan jiwa dalam ketenangan ibadah.
6. Shalat Berjamaah di Masjid
Usai ibadah malam, Rasulullah ﷺ bersiap untuk shalat Subuh berjamaah di masjid. Beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah kecuali ketika sakit menjelang wafat.
Saat berangkat, beliau melangkah dengan kaki kanan, membaca doa keluar rumah, dan memandang langit sambil berdzikir sepanjang perjalanan. Setibanya di masjid, beliau mengimami sahabat-sahabatnya dengan penuh khusyuk.
7. Tadabbur Al-Qur’an
Pada waktu pagi hingga matahari terbit, Rasulullah ﷺ duduk di masjid membaca Al-Qur’an dengan tartil, yakni pelan dan jelas setiap hurufnya. Beliau merenungi makna setiap ayat (tadabbur) dan mengajarkannya kepada para sahabat.
Tadabbur Al-Qur’an bukan hanya rutinitas, tetapi juga cara beliau menjaga hati tetap lembut dan dekat kepada Allah.
8. Membantu Istri dan Pekerjaan Rumah
Setelah dhuha, Rasulullah ﷺ pulang ke rumah dan membantu istrinya dalam pekerjaan rumah tangga. Beliau menjahit pakaiannya sendiri, menambal sandal, atau menyiapkan keperluan rumah.
Aisyah ra. berkata:
“Rasulullah biasa membantu pekerjaan keluarganya. Ketika waktu shalat tiba, beliau berdiri dan menuju masjid.” (HR. Bukhari)
Kebiasaan ini menunjukkan kerendahan hati dan penghormatan beliau terhadap perempuan.
9. Bercanda dengan Santun
Rasulullah ﷺ juga dikenal suka bercanda, tetapi selalu dalam kebenaran. Beliau membuat orang lain tersenyum tanpa menyakiti hati siapa pun. Candaannya lembut dan mengandung hikmah, menjadi contoh bagaimana seorang mukmin menebar kebahagiaan tanpa berlebihan.
10. Adab Makan dan Minum
Rasulullah ﷺ biasa sarapan setelah matahari terbit, namun jika tidak ada makanan, beliau berpuasa sunnah.
Saat makan, beliau mencuci tangan, membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan terdekat. Rasulullah tidak makan berlebihan, tidak meniup makanan panas, serta berhenti makan sebelum kenyang.
Setelah makan, beliau menjilat jari-jarinya dan membaca doa syukur.
Kebiasaan ini mencerminkan kesederhanaan dan kesadaran akan nikmat Allah.
11. Menjenguk Orang Sakit dan Bersilaturahmi
Pada siang hari, Rasulullah ﷺ menyempatkan diri menjenguk orang sakit dan bersilaturahmi dengan sahabat atau kerabat.
Beliau bersabda:
“Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka malaikat dari langit memanggil, ‘Berbahagialah kamu, dan sungguh baik langkahmu, dan engkau akan menempati rumah di surga.’” (HR. Ibnu Majah)
Beliau juga memberi semangat kepada yang sakit, mendoakan kesembuhan, dan menunjukkan empati yang tulus.
Baca juga: Morning Routine: Awali Harimu dengan Penuh Semangat
12. Shalat Zuhur Berjamaah
Ketika azan Zuhur berkumandang, Rasulullah ﷺ bersegera menuju masjid untuk shalat berjamaah. Beliau tidak pernah menunda-nunda waktu shalat, mengajarkan umatnya untuk menempatkan ibadah di atas urusan dunia.
13. Tidur Siang (Qailulah)
Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan tidur siang sejenak atau qailulah, sekitar 20 menit, sebelum atau sesudah Zuhur. Qailulah bermanfaat untuk memulihkan energi agar kuat beribadah di malam hari.
Beliau tidak menyukai tidur setelah Ashar dan Maghrib, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kebingungan.
14. Amalan Sebelum Tidur
Menjelang malam, Rasulullah ﷺ tidak suka berbicara panjang setelah shalat Isya. Sebelum tidur, beliau melakukan beberapa amalan penting:
- Berwudhu dan membaca doa sebelum tidur.
- Mengibas kasur sambil membaca basmalah, sesuai anjuran dalam hadits.
- Membaca Ayat Kursi, serta surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
- Tidur miring ke kanan, dengan tangan kanan di bawah pipi.
- Berdzikir hingga tertidur.
Beliau bersabda bahwa siapa pun yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga Allah hingga pagi.
Setiap kebiasaan Rasulullah ﷺ, dari hal paling kecil hingga terbesar, memiliki nilai dan hikmah. Beliau hidup sederhana namun penuh cinta, menjaga waktu, kebersihan, keluarga, dan hubungan sosial dengan seimbang.
Meneladani kebiasaan Rasulullah berarti belajar menata hidup dengan disiplin, kesucian, kasih sayang, dan kedekatan kepada Allah SWT, sebuah keseharian yang menjadi teladan sepanjang masa.
Itu dia pembahasan lengkap mengenai kebiasaan Rasulullah yang wajib Sahabat Aisyah teladani. Wujudkan semangat meneladani sunnah Rasul dengan menjaga aurat dan tampil anggun melalui koleksi hijab yang lembut, nyaman, dan penuh makna dari Aisyah Scarves.
QnA seputar Kebiasaan Nabi Muhammad
1. Apa saja sunnah Rasul dalam kehidupan sehari-hari?
Bangun malam untuk tahajjud, bersiwak, berwudhu, shalat berjamaah, membantu keluarga, makan dan minum dengan adab, serta berdzikir setiap waktu.
2. Kebiasaan Nabi Muhammad sebelum tidur?
Berwudhu, membaca doa, Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu tidur miring ke kanan sambil berdzikir.
3. Apa saja kegiatan Nabi Muhammad?
Ibadah malam, shalat berjamaah, mengajar sahabat, membantu istri, bersilaturahmi, menjenguk orang sakit, dan berdakwah.
4. Apa saja perilaku Rasulullah?
Jujur (al-amin), sabar, rendah hati, penyayang, adil, amanah, pemaaf, dan selalu berkata benar.
Referensi:
Alaydrus, N. bin M. (2015, Maret). Sehari bersama Rasul. Penerbit Taman Ilmu.
