Hijab dalam Islam: Makna Bahasa dan Istilah yang Benar
12 Sep 2025

Hijab adalah bagian dari busana seorang muslimah,  mungkin perkataan inilah yang seringkali kita dengar dan membentuk asumsi kita pada hijab. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, istilah hijab dalam Islam memiliki makna yang jauh lebih luas.

Hijab bukan sekadar kain penutup kepala, melainkan sebuah konsep yang mencakup aturan syariat berpakaian serta dimensi rohani yang menjaga hati dari hal-hal yang menjauhkan manusia dari Allah.

Dengan memahami hijab secara istilah, kita dapat melihat bahwa hijab bukan hanya simbol lahiriah, tetapi juga jalan menuju kesucian batin.

Berikut penjelasan hijab dalam perspektif bahasa dan istilah yang dapat Sahabat Aisyah ketahui:

Hijab dalam Perspektif Bahasa

Secara etimologi, kata hijab berasal dari bahasa Arab ḥijāb (حجاب) yang berarti penutup, penghalang, atau tabir. Kata ini muncul dalam berbagai konteks di dalam Al-Qur’an, salah satunya pada firman Allah:

“Dan apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang hijab (tabir).”

(QS. Al-Ahzab [33]: 53)

Dalam ayat ini, hijab dipahami sebagai tabir fisik yang menjadi pemisah antara para sahabat dan istri-istri Nabi Muhammad SAW. Dari sini dapat dipahami bahwa secara bahasa, hijab tidak terbatas pada kain penutup kepala, tetapi bermakna luas: segala sesuatu yang menjadi pembatas.

Baca juga: 5 Cara Memakai Jilbab Segi Empat Agar Terlihat Rapi

Hijab dalam Perspektif Istilah

Dalam terminologi Islam, pengertian hijab memiliki cakupan yang lebih spesifik sesuai dengan bidang kajian.

1. Hijab dalam Fiqh (Syariat)

Dalam hukum Islam, hijab merujuk pada aturan menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan.

Bagi laki-laki, aurat adalah bagian tubuh antara pusar hingga lutut.

Bagi perempuan, aurat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut jumhur ulama).

Karena itu, hijab dalam syariat kerap dipahami sebagai pakaian muslimah yang menutupi tubuh sesuai aturan agama.

2. Hijab dalam Tasawuf (Spiritualitas)

Dalam tasawuf, hijab dimaknai sebagai penghalang antara manusia dengan Allah. Hijab di sini bukan berupa kain, melainkan kondisi batin yang menutup hati dari cahaya ilahi.

Contohnya:

-Hijab dosa, adalah perbuatan maksiat yang menggelapkan hati.

-Hijab dunia, adalah kecintaan berlebihan pada dunia yang melalaikan dari akhirat.

-Hijab sifat tercela, adalah kesombongan, riya, dan dengki yang menghalangi kedekatan dengan Allah.

Konsep ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya menjaga hijab lahiriah (pakaian), tetapi juga hijab batiniah (kesucian hati).

Secara bahasa, hijab berarti penutup atau penghalang. Namun secara istilah, hijab memiliki dua dimensi:

  1. Dimensi syariat (fiqh), yang merupakanaturan menutup aurat dengan pakaian yang sesuai ajaran Islam.
  2. Dimensi spiritual (tasawuf), yakni segala penghalang batin yang menjauhkan manusia dari Allah.

Hijab adalah penutup aurat yang bukan hanya sekadar pakaian, melainkan juga mencakup makna moral, sosial, dan spiritual.

Pengertian hijab menurut bahasa menekankan pada fungsi sebagai penghalang atau penutup, sedangkan menurut istilah menekankan pada aturan syariat dalam berpakaian yang ditujukan untuk menjaga kehormatan dan martabat seorang muslimah.

Temukan produk yang cocok dengan gaya dan pilihan Sahabat Aisyah hanya di katalog produk Aisyah Scarves dan hubungi WhatsApp Aisyah Scarves untuk informasi lebih lanjut.

 :